Arsip pikeun Séptémber, 2009

DIY: Hacking SDIO GPS

29 Séptémber 2009

Hmmmf,… dah lama saya nggak nulis, maklum lah, pemalas. Di tulisan kali ini saya pengen sharring ‘kelakuan’ saya beberapa minggu ini. yap, hacking GPS. Mungkin hal ini udah basi bagi sebagian orang, tapi mungkin bagi sebagian orang lagi aneh, atau buat saya it’s new.
Mungkin ada yang nanya “napa sih GPS nya di hack?”, gini ceritanya, di kantor tuh ada GPS yang biasanya dipasang di PDA, SDIO GPS namanya dari ‘pretec’ sayangnya GPS ini agak sulit untuk dipake di PDA karena setiap kali dipasangin siPDA nya malah jadi hang, padahal itu barang baru dibeli dan PDA-nya pun udah termasuk generasi baru. Setelah beberapa kali dicoba dan tetep aja bikin hang tuh PDA akhirnya si GPS ini nggak pernah dipake dan nganggur. Pikir punya pikir sayang juga tuh GPS kalo nggak dipake, udah sy coba masukkin ke SD slot nya notbook nggak bisa juga karena protocol yang dipake sama SD slot di notebook beda sama SD slot yang dipake sama PDA meskipun kegunaan dasarnya sama yaitu untuk masukkin media storage. Akhirnya timbulah ‘ide kotor’ dipikiran saya.
PERHATIAN !!!, saya dan segala isi konten di blog ini TIDAK bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terjadi pada barang oprekan anda, segala resiko kerusakan dan lain-lain menjadi tanggung jawab anda sendiri.

Intinya adalah gimana caranya si GPS ini bisa bermanfaat alias bisa dipake sesuai dengan kegunaannya meski tidak pada tempat seharusnya. Dari sini saya mulai googling kesana kemari tapi sayang nggak nemu apapun tentang gps yang ada ditangan saya karena ternyata pretec udah nggak nge-support barang ini alias discontinued (cape deeeeh). Dan manual book nya pun nggak ada (omigooood), kesel juga dan akhirnya saya bongkar gps nya. Tentunya setelah minta izin sama yang empunya barang!!!.
Buka bautnya, dan kia dapet modul gps nya kayak gini:

Ok, setelah kita dapet gps module nya kita pasang kabel (saya pake kabel yang biasa dipake jumper 0,1-0,2 mm) supaya kita nggak ngerusak konektor atau modul gps-nya.
Untuk pemasangan kabel ini saya kebingungan juga, disini ada 6 pin, pin apapun itu saya belum tau, konektornya kayak gini:

Asalnya saya juga bingung harus nyolokin kemana ini jumper, setelah nongkrong, ngelamun, ngopi, dan ngeroko sambil ngeliatin pcb ini, akhirnya keluarlah ide; kita kan mau dapetin data dari si gps ini, nah setiap komunikasi data minimal kita harus punya sumber tegangan (positif-negatif atau fasa-netral) dan jalur data ( Tx-Rx atau data- dan data+ ). Yang jadi masalah dan harus jadi perhatian adalah ‘kemana kita harus ngasih sumber tegangan?’, karena hal ini yang paling mungkin untuk bisa merusak alat yang kita oprek, sekarang coba perhatiin konektor gps nya;
1. Biasanya yang megang negatif tuh punya jalur pcb yang lebar/ lebih besar dari jalur yang lain (pin terakhir).
2. Jalur positif biasanya jalurnya lebih besar dari jalur data, tapi lebih kecil dari jalur negatif (pin pertama yang pararel dengan pin ke dua).
Nah udah ketemu deh jalur sumber tegangannya. Untuk lebih amannya, coba liat di dalem pcb gps nya, cangkang plat yang nutupin pcb dibuka dulu, coba perhatiin biasanya jalur positif masuk ke dioda (K), dan atau jalur negatif biasanya masuk ke kapasitor negatif.
Setelah yakin nggak akan ‘ngebul’ bagian data (Tx-RX) nggak usah dipasang dulu, coba kasih tegangan. Berapa tegangan yang harus dipake?. Gps yang saya dapet ini dari SDIO, kartu SD ini biasanya pake tegangan 3,3-5 Volt. Kita masukkin tegangan dari yang terkecil, coba ukur sinyal tegangan dari Tx atau Rx (Tx ke negatif / Rx ke negatif, pakai multimeter di milivolt atau microvolt), kalau ada berarti tegangan input yang kita masukkin sudah benar.
Karena sinyal yang kita dapet terlalu kecil, maka serial komputer belum bisa ngebaca data dari sinyal yang ita dapet dari gps, maka sinyal Tx-Rx nya harus di perbesar dulu pake rangkaian RS232 level shifter, seperti ini:

Sebelum dibikin pcb-nya saya coba dulu rangkaian RS232 level shifter ini di ‘breadboard’ atau papan percobaan,

Nah sekarang kita tes, sambung konektor serial dari RS232 level shifter yang udah kita buat ke port serial komputer, dan GPS dihubungkan ke RS232 level shifter. Setelah semua terhubung buka aplikasi serial yang kamu suka (disini saya pake putty) dengan konfigurasi;
• Speed (baud) : 9600
• Data Bits : 8
• Stop bits : 1
• Parity : None
• Flow Control : XON/XOFF
Setelah itu masukkan sumber tegangan ke rangkaian, maka tadaaaaaaaa,…….

Nah ada karakter yang keluar,… setelah googling diketahui bahwa karakter itu adalah karakter standard yang dipake sama GPS, namanya NMEA 0183 protocol yang merupakan karakter ASCII. Setelah berkeliling- keliling google dapet deh penjelasan sebagai berikut:
Setiap kalimat dalam bahasa NMEA diawali dengan tanda ‘$’, dan setiap kata dalam bahasa NMEA dipisahkan dengan tanda koma ‘,’.

Baris 1,
1. Merek/ type gps
2. Software / firmware yang digunakan
3. Selamat datang
4. Checksum

Baris 2, $GPRMC (RMC = Recommended Minimum Specific GPS/TRANSIT Data)
1. UTC of position fix
2. Data status (V=navigation receiver warning)
3. Latitude of fix
4. N or S (North atau South)
5. Longitude of fix
6. E or W (East atau West)
7. Speed over ground in knots
8. Track made good in degrees True
9. UT date
10. Magnetic variation degrees (Easterly var. subtracts from true course)
11. E or W
12. Checksum

Baris 3, $GPGSA (GSA = GPS receiver operating mode, SVs used for navigation, and DOP values.)
1. Mode (M=Manual, forced to operate in 2D or 3D, A=Automatic, 3D/2D)
2. Mode (1=Fix not available, 2=2D, 3=3D)
3-14 = IDs of SVs used in position fix (null for unused fields)
15. PDOP
16. HDOP
17. VDOP
18. checksum

Baris 4, $GPGGA (GGA = Global Positioning System Fix Data)
1. UTC of Position
2. Latitude
3. N or S
4. Longitude
5. E or W
6. GPS quality indicator (0=invalid; 1=GPS fix; 2=Diff. GPS fix)
7. Number of satellites in use [not those in view]
8. Horizontal dilution of position
9. Antenna altitude above/below mean sea level (geoid)
10. Meters (Antenna height unit)
11. Geoidal separation (Diff. between WGS-84 earth ellipsoid and mean sea level. – =geoid is below WGS-84 ellipsoid)
12. Meters (Units of geoidal separation)
13. Age in seconds since last update from diff. reference station
14. Diff. reference station ID#
15. Checksum
sumber: nmea.org
Nah setelah yakin RS232 nya jalan, kita bikin diatas pcb, cara bikinnya? Baca postingan saya yang lalu, dan setelah jadi masukin semuanya ke wadah kalo bisa sama batreinya juga, kalo punya saya dimasukin ke bekas wadah arrester apc, jadinya kayak gini:

Jadi deh, sekarang tergantung kreatifitas pembaca mau dijadiin apa gps ini, misalkan (sebagai ide saja) mau dijadiin alat navigasi, digabung sama program- program navigasi, sebagai odometer/ speedometer, sebagai gps logger, atau mungkin mau dipasang di’unmanned plane’ (it’s my next project idea), atau ide- ide lain yang lebih kreatif. Kalo hasil oprekan saya ini (beli modul yang lain yang lebih presisi, itu pun kalo punya duit, karena barang ini punya kantor) rencananya mau dibuat alat navigasi yang di pasang di CarPuter (Car Computer Unit) di mobil ortu saya (maklum saya belum punya mobil, jadi yang bisa dijadiin sasaran percobaan ya mobil ortu :D ) yang di gabung sama program navigasi gratisan supaya kalo jalan jalan ortu saya nggak akan kesasar, Pokonya tungguin aja hasil pemasangan di CarPuter mobil OrTu, mudah mudahan kalo nggak males bisa posting disini. Sebagai referensi saja; ulikan ini cukup bermanfaat dan lebih murah jika dibandingkan dengan kita beli perangkat gps navigasi yang harganya berjuta-juta itu, karena yang kita beli cuman modul gps nya saja yang harganya kurang-lebih 150rb – 1,5jt yang mahal notebooknya :D . Kalo mau dipasangin di CarPuter mu, atau mau diinstallin carputer dimobil kamu silahkan datang ke bengkel sederhana saya (Jl. Cingised No.8) kalo kamu mau ketemu langsung sama saya bisa janjian dulu (hari libur ya!)

Bengkel Mobil “DB Auto Service”

29 Séptémber 2009

Telah dibuka beberapa waktu lalu sebuah bengkel mobil sederhana yang berada di kawasan cisaranten, dengan alamat jl. Cingised no.8. Bengkel mobil yang terbilang cukup sederhana dan dengan didukung mekanik yang berpengalaman dibidangnya ini menyediakan berbagai macam jasa servis ataupun perbaikkan.

Untuk mengetahui lokasi alamat dalam peta GE silahkan klik gambar atau klik disini untuk mengunduh lokasi dalam file ‘.kml’.

Silahkan berkunjung ke bengkel sederhana kami untuk memperbaikki kerusakkan pada mobil anda atau untuk servis regular mobil anda atau hanya untuk sekedar ingin berkonsultasi.

Berapa Lama Kita Dikubur?

29 Séptémber 2009

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemud ian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 “

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah….” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … “

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana .. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya … Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu.. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Cerita ini hanya mengingatkan diri saya pribadi, mudah mudahan mengingatkan pembaca juga,…
sumber: CoPas dari milis

DIY Maintenance Hardware: 3Com SuperStack II 4200 series

29 Séptémber 2009

Uugggh,… agak extreme memang tapi menurut saya biasa- biasa aja, kejadiannya memang sering dialami, mungkin kejadian ini sama aja kayak kejadian yang terjadi sama hardware- hardware elektronik lainnya, apa lagi yang jenis digital kayak yang satu ini, sedikit aja kotor sistem sering kali keganggu. Masalah yang sering timbul akibat kotor ini biasanya si barang sering restart, hang, macet atau bahkan konslet.  Berikut ini sebuah contoh tips sederhana (yang contohnya rada extreme) untuk me-maintenance sebuah barang elektronik digital. Dalam tulisan ini saya ngambil contoh barang yang kebetulan sedang saya maintenance dan kebetulan juga ada henpon kamera punya temen (karena gw nggak punya hp berkamera). Ok, kita liat barangnya (3Com SuperStackII 4200 series) doh, kalo ketauan vendor marah nggak ya vendor nya???

Nah ini dia barangnya, sekarang kita bongkar yuk!!! Tp sebelumnya,

PERHATIAN Merusak segel berarti anda memutuskan untuk menghancurkan garansi pabrik!!!, dan Saya tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan kerusakkan yang terjadi akibat percobaan yang anda lakukan!!! Ngebongkarnya cokup ngebuka dua baut di belakang casing, dan angkat tutupnya (hati- hati agak susah dan plastiknya mudah patah) gunakan obeng minus kalau perlu. Sesudah dibuka gambarnya kayak gini;

Kalo udah dibongkar coba lihat boardnya (bagian processing/digital; board warna hijau, dan board warna kuning; bagian power),

Kalau si switch ini sering hang atau restart berulang ulang biasanya di board nya suka ada ‘jelaga’ atau ‘kerak’ yang nempel diantara kaki- kaki komponen yang menyebabkan konsleting antar kaki komponen. Contoh kerak yang menempel pada board switch seperti gambar dibawah ini;

Keraknya menempel pada bagian transciever/ soket SFP /soket gigabit.

Kerak inilah yang harus dihilangkan, gunakan cairan pembersih komponen elektronik dan kuas halus, kalo nggak ada bisa pake ‘thiner’ atau cairan pembersih sejenis (harus jenis cairan yang cepat kering dan tidak menimbulkan kikisan atau kerak baru) di maintenance ini saya nggak pake thiner atau cairan pembersih sejenis lainnya, tapi saya pake bensin (jangan ditiru ya!!!). Semprotkan/ basahi kuas dengan cairan pembersih, kuaskan ke bagian yang terdapat kerak (pelan- pelan ya! Nanti komponennya bisa- bisa copot).

Setelah dibersihkan pake cairan pembersih. Jemur board yang udah dibersiin tadi sampe kering atau sebelum dijemur semprot dulu pake udara tekan dari kompresor udara (jangan pake tekanan yang terlalu tinggi nanti komponennya terbang/copot) setelah itu baru dijemur sampai kering. Setelah kering, sebelum dipasang ke dudukkan semula, periksa kembali sela- sela komponen barangkali masih ada cairan pembersih yang belum kering, terutama dibawah badan IC (Integrated Circuit) yang berkaki banyak. Kalau sudah yakin bersih dan kering pasang kembali board ke dudukkan semula. Tutup kembali cassing, coba masukkan power dan kabel console (jika manageble), nyalakkan switch, perhatikan lampu indikator / console. Untuk dapat mengetahui masih terjadi atau tidaknya kasus semula aktifkan log pada konsol, biarkan menyala (kalau perlu lakukkan hingga beberapa hari atau sampai kamu yakin bahwa switch nya sudah sehat kembali setelah itu baru boleh di deploy kembali.

Kira- kira itu yang biasa saya lakukkan kalau maintenance hardware terhadap peralatan digital khususnya networking. Tapi pada prinsipnya perlakuan yang sama bisa dipake untuk peralatan elektronik lain. Seperti biasa itu tergantung kreatifitas dan keberanian masing- masing.

Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa di komen, Tengkyu,…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.